Ketahanan Masyarakat Pesisir Melalu Peningkatan Jasa Ekosistem Mangrove

Mangrove merupakan jenis tanaman dengan sistem perakaran yang kompleks, rapat, dan lebat, sehingga dapat memerangkap sisa-sisa bahan organik dan endapan yang terbawa air laut dari bagian daratan. Mangrove juga dapat membentuk daratan karena endapan dan tanah yang ditahannya sehingga menumbuhkan perkembangan garis pantai dari waktu ke waktu. Pertumbuhan mangrove memperluas batas pantai dan memberikan kesempatan bagi tumbuhan terestrial hidup dan berkembang di wilayah daratan. Akar pohon mangrove juga menjaga pinggiran pantai dari bahaya erosi dan diharapkan bisa ikut mengatasi buruknya ekosistem di wilayah pantai dan tambak.

Restorasi mangrove di pesisir selama ini tidak terintegrasi dengan perkuatan dan respon masyarakat pendukungnya. Dalam Program Mangrove ini, IUCCE memberikan pelatihan terkait perubahan iklim, serta workshop untuk publikasi program untuk memperkuat roadmap restorasi mangrove dan peningkatan livelihood melalui program ACCCRN (Asian Cities Climate Change Resilience Networks), sebuah program ketahanan terhadap perubahan iklim yang diinisiasi oleh Rockefeller Foundations. Program ini merupakan program jangka menengah yang dilaksanakan sejak Januari 2013 dan akan berakhir pada Desember 2016. Program Mangrove ini IUCCE turut bekerja bersama dengan Yayasan Bintari Foundation, Mercy Corps Indonesia, dan juga akademisi dari Universitas Diponegoro, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Program Mangrove yang berlokasi di Kota Semarang mencakup wilayah Kelurahan Mangkang Kulon, Mangunharjo, Mangkang Wetan, Randugarut, Karanganyar, Tugurejo, dan Trimulyo. Daerah ini menjadi proyek percontohan penanaman tanaman mangrove disekitar tepi pantai, pengayaan species mangrove, pembuatan dinding pemecah ombak serta aplikasi EMR (Environmental Mangrove Restoration). Introduksi jenis ikan yang tahan terhadap climate schock dan pengembangan EcoEduWisata mangrove.

Secara rinci, tujuan dari program Mangrove adalah:

  1. Perbaikan ekosistem pesisir melalui penanaman Mangrove di lahan dan tambak yang rusak dan perlindungan dengan Alat Penahan Ombak (APO).
  2. Perbaikan sosial – ekonomi melalui pemanfaatan potensi local untuk memberikan penghasilan tambahan seperti optimalisasi kegiatan pengolahan hasil kelautan
  3. Peningkatan kapasitas masyarakat dengan membangun akses informasi iklim yang mudah dan cepat.
  4. Penyebarluasan upaya-upaya perbaikan ke wilayah lain.

Diharapkan melalui program ini, Kota Semarang yang selama ini rentan akan banjir rob dan abrasi pantai, dapat berkurang. Karena, secara topografi, Kota Semarang terbentuk dari endapan tanah yang belum terlalu lama. Selain itu, garis pantai Kota Semarang berkurang setiap tahunnya. Dengan adanya rehabilitasi dan penanaman mangrove, beberapa hal tersebut diatas dapat diatasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *