Climate Change Adaptation in Tanjung Mas – Semarang: A Comparison Between Male- and Female-Deaded Households

Abstrak

Karena kompleksitasnya, upaya pelibatan aspek gender dalam mengatasi masalah perubahan iklim masih jauh dari hasil yang memuaskan. Namun, terdapat kepentingan mendesak untuk mengakomodasi dan meningkatkan sensitivitas terhadap isu  gender dalam upaya memiliki intervensi yang efektif dalam menanggapi dampak perubahan iklim. Guna memperkaya penelitian tentang gender dan adaptasi perubahan iklim dalam kasus berbasis kota, penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi adaptasi perubahan iklim di Tanjung Mas – Kota Semarang dengan fokus pada analisis perspektif gender pada rumah tangga yang dikepalai oleh pria dan wanita. Metode deskriptif kuantitatif diterapkan untuk melakukan analisis konten, termasuk strategi adaptif dan analisis peran gender. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam strategi adaptasi perubahan iklim yang diterapkan dalam rumah tangga baik itu dikepalai oleh pria maupun wanita. Hal ini menunjukkan bahwa wanita yang menjadi wanita rumah tangga, dengan beban ganda, berkinerja baik dalam mengelola perannya. Oleh karena itu, dalam perspektif tertentu, mungkin tidak relevan untuk menyatakan bahwa wanita sebagai kepala rumah tangga cenderung lebih rentan dibandingkan dengan rekan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *